Pertama Kalinya Bandung Zoo Lepasliarkan Merak Hijau...

BANDUNG, KOMPAS.com - Ada yang tak biasa di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, Lima merak hijau (pavo muticus) asal pulau Jawa berkeliaran bebas di luar kandang. Lima ekor merak itu terdiri dari empat betina dan satu jantan. "Liat ada merak keluar dari kandang," ujar seorang pengunjung sambil menunjuk salah satu ekor merak betina yang tengah berjalan di sekitar kandang.

Gadis itu pun kemudian mengeluarkan ponselnya dan memotret merak tersebut. "Kenapa ya di luar kandang," tanyanya. Pelepasliaran satwa burung merak ini pertama kalinya dilakukan Bandung Zoo, hal tersebut dilakukan agar pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan salah satu satwa dilindungi di Bandung Zoo.

"Ini sesuatu yang baru bagi Bandung zoo, bagaimana pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan merak tapi dengan kondisi tertentu, dan jangan diganggu," kata juru bicara Bandung Zoo Sulhan di Bandung Zoo, Kota Bandung, Sabtu (13/10/2018).
Dengan begitu, lanjutnya, pengunjung bisa menikmati satwa secara langsung tanpa ada batas atau jarak. Pelepas liaran merak ini sudah berlangsung empat hari hingga saat ini.

Kedepan Sulhan berharap pelepasliaran merak ini bertambah tidak hanya lima ekor saja melainkan jumlahnya bertambah. " Merak ini memang junlahnya cukup banyak di Bandung Zoo, kita berharap jumlah satwa akan ditambah tapi satwa yang tidak membahayakan pengunjung tentunya," harapnya.

Sebagai sosialisasi terhadap para pengunjung, pihak Bandung Zoo juga akan membuat sebuah papan himbauan yang memberitahukan pengunjung untuk tidak mengganggu merak.

Sementara itu Keeper Bandung Zoo, Gigin (19) menjelaskan bahwa merak hijau ini termasuk dalam burung yang dilindungi. Sebelum dilepasliarkan, lima merak ini diberikan pelatihan selama kurang lebih 1-2 bulan di area Bandung Zoo.

"Proses pelatihan ini dilakukan agar membiasakan merak ketika di luar kandang, juga memberikan pelatihan merak waktu makan mereka dengan kode peluit, mereka tahu ketika kami membunyikan peluit itu tandanya makan," jelasnya. Dikatakan, merak ini seperti ayam, mereka pun bisa digiring untuk kemudian dikumpulkan dan diberi pakan khusus yang sudah disediakan.

Namun biasanya ekor merak jantan itu terbuka ketika musim kawin, atau ketika merak jantan tengah mencari perhatian pasangan lawan jenisnya yang siap untuk dikawin.

"Biasanya Bulan Juni - Juli, merak ini musim kawinnya setahun sekali. Kalau beruntung pengunjung bisa melihat keindahan ekornya," ujar Gigin. Salah satu pengunjung Bandung Zoo, Taufik (30) mengatakan dengan pelepasliaran ini diribya bisa berinteraksi langsung.

"Awalnya takut, tapi kelamaan asik juga bisa interaksi langsung. Harapannya sih ada satwa lainnya yang dilepasliarkan seperti ini, begitupun dengan show hewan dan perbaikan taman bermainnya," harapnya.